| Start: | Mar 16, '07 |
Kamis, 01 Maret 2007
salman 4 tahun
| Start: | Mar 10, '07 |
Kamis, 01 Februari 2007
Birul Walidain
Beberapa hari yg lalu aku baca jurnal seorang ibu yang dikirim di milis,dengan judul " berbagi malam". Ia menceritakan bagaimana sang suami dan saudara lakinya semua sepakat menjaga ibu kandung mereka yang sudah "sepuh" dan sakit, secara bergilir.. sebagai bentuk baktinya pada orang tua. Hmmm bagus sekali, bentuk penghormatan kepada orang tua yang mereka lakukan. Disaat sekarang banyak yg menitipkan orang tua ke panti jompo.( kalo di jepang sih begitu )
Merawat orang tua yg lanjut usia memang perlu kesabaran. Karena kadang lansia "berubah" jadi kanak-kanak lagi.
Pikiran dan ingatanku kembali ke tanah air, disana tinggal kedua orang tua dan kedua mertuaku (para eyangnya trio S ). Dua bulan lagi kami pulang ke tanah air, pasti mereka sudah bertambah usianya dan tak sekuat dulu fisik nya. Sulungku dulu sempat digendong kemana mana, mungkin adik adiknya hanya digandeng dan dipangku saja,(tentu saja eyang tak semuda dan sekuat dulu ya..) kalaupun gendong ,gak lama lama mungkin ya.
10 tahun pernikahanku dan mas Edy, baru sekitar 3 tahun berinteraksi dengan ibu bapak mertua. Akhir Maret nanti kami akan kembali, suka cita ibu mas Edy mendengar pemberitahuan dari kami. Kami pun bahagia sebentar lagi InsyaAllah berkumpul kembali dengan keluarga di Indonesia.
Setelah bertahun-tahun hidup dengan keluarga inti di jepang ini.Kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar.Dulu bersapa dan bertukar kabar hanya dengan telepon atau internet, insyaAllah nanti bertatap muka dan saling berkunjung.
Tuntutan untuk lebih luwes bergaul dan bermasyarakat pun sepertinya dituntut lebih ( dari pada tinggal di Jepang ini). Yang jelas kami pulang nanti sementara kembali ke rumah mertua, orang tua suamiku. Didalamnya ada eyang kakung ,eyang putri, mba yg bantuin eyang tiap hari, tetangga kiri,kanan ,depan, belakang( yang kalau di kampung sudah seperti saudara sendiri).
Semoga kami bisa selalu membahagiakan orang tua di hari tuanya, bukan hanya dengan materi tetapi dengan adab, akhlaq dan tingkah laku kami .Berbuat baik kepada kedua orang tua, baik itu ibu bapak sendiri maupun mertua.
Konflik mertua dan menantu tak jarang terjadi. Tapi itu bisa dihindari dengan rasa kasih sayang kita padanya. Coba tempatkan kasih sayang kita pada mertua seperti orang tua kandung sendiri.Kalaupun ada sedikit sedikit konflik , kita bicarakan dengan baik dengan suami tersayang.InsyaAllah suami bisa jadi perantara dalam mengatasi konflik yang ada
Alhamdulillah masih bisa berbakti dan berbuat baik pada ibu bapak dan mertua,bukankah itu ladang amal yg berbuah pahala.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
mo soro soro...eyang dikerubutin cucu cucu nya...
Sabtu, 20 Januari 2007
besar dan ooki
Salman 3th 10 bln suka sekali bila diajak ngobrol asal lawan bicaranya yg ceriwis yg aktif tanya tanya ke salman.
ummi: salman kun, ooki kunattara naniga ninaritai?(salman kalau sudah besar pingin jadi apa?)
salman: besar
ummi: kalau nanti salman besar ingin jadi apa?
salman: Ooki ( besar)
ummi:(gak bisa nahan ketawa.hehehe...) mau jadi apa... supir kereta , pilot, dokter, guru atau apa gitu mas salman
salman: mau besar ( sambil nada tinggi)
ummi: haik..haik.. besar kaya' abi gitu??
salman: uhg..( sambil ngangguk angguk kepala)
salman mau ooki...besar ummi...(sambil nglendot ke ummi cium ummi)
Jumat, 19 Januari 2007
kena mizu boshou/cacar air
Ini salah satu penyakit menular yang disebabkan virus,tapi bila sudah pernah menderita sakit ini, insya Allah bisa punya kekebalan alami tanpa imunisasi dan hanya sekali diderita seumur hidup.(tapi ada kasus yg bisa kena lagi... cuma sedikit penderitanya )
Aku sendiri pernah kena cacar air waktu SD kelas 6, ketika itu kami 6 bersaudara bergiliran terkena cacar air sampai "yune"( mba yg mbantuin kerjaan RT ibuku) ikut kena .
Ketika anak sulungku (said) kena mizu boshou di th 2003 usianya 4,5 th , aku sedang menanti kelahiran anak ke 2. Waktu itu pas hari periksa rutin kehamilan ternyata sdh ada bukaan dan perut kontraksi, akhirnya akupun nyuin(menginap di RS). dengan sedih Said pulang ke rumah tanpa diriku, tapi ternyata kontraksi menghilang dipagi harinya dan akupun pulang dijeput mas Edy dan Said. Diperjalanan kuperhatikan said yg mulai ada bintil2 berair terutama dikepalanya. Kami tidak mengira Said kena cacar air karena dia belum banyak berinteraksi dg teman-teman alias belum sekolah, tapi ketika malam hari dia mulai gelisah dan sedikit demam(37,..c) .Karena pengalaman pernah kena cacar air,aku pun tanpa khawatir tertular dan dengan tenang merawat said . Ketika itu kami sengaja tidak mengantar said ke dokter, karena dilihat keadaan said seperti anak sehat aja gak banyak ngeluh dan demam pun berangsur turun.Walaupun ke dokter gratis. ada satu pertimbangan yg lucu yaitu kalo ke klinik kuatir akan menulari orang lain.
Aku pernah dapat cerita tentang perlakuan terhadap "pembawa virus" di jepang , kalo ke dokter bawa penyakit menular,spt cacar air, pasti deh orang yg tahu langsung pada nyingkir dan menjauh, juga perawat langsung mengisolasi penderita. kedengarannya sangat memprihatinkan ya ...diskriminasi gitu tapi ini adalah salah satu tindakan pencegahan cacar air mewabah .Dan enaknya di jepang bila sakit flu/batuk pilek mereka keluar rumah dg kesadaran memakai masker penutup hidung dan mulut.Sangat peduli dengan kesehatan
.
Kebetulan hari Ahad yang lalu anak ke-2 ku Salman terindikasi cacar air, lagi lagi aku lihat dari pengalaman . Suhu badannya gak tinggi tinggi amat, cuma 36,9, tapi aku mulai curiga adanya bintil berair di bibirnya , segera kulihat lebih teliti lagi seluruh badannya, ternyata menunjukkan mulai ada bakal bintil yang keluar, apalagi kutemukan bintilan pula di kepalanya, yg dia bilang gatal.....nah gatal-gatal inilah yg bikin salman kurang nyaman dan sedikit rewel...disusul dg bobo yang tidak nyenyak..akhirnya si kecil Sumayya ikutan bangun malam malam dan..nangis bareng huhuhu....kalo sdh gini hehehe stabilitas ....kelancaran kerjaan rumah bisa tertunda....
maklum.
Akhirnya selasa pagi Salman kubawa ke dokter klinik anak, dan perlakuan seperti cerita cerita yg kudengar memang berlaku juga buat kami(aku salman dan sumayya yg datang ke klinik)
Karena sdh tahu ini penyakit menular, aku tahu dirilah...cari tempat duduk yg menyendiri jangan sampai Salman bersinggungan dengan orang lain aku pegangin salman supaya tidak banyak bergerak kesana kemari, duduk manis dekat ummi.
Ketika nama Salman dipanggil, kami pun mendatangi tempat perawat dan menjelaskan keluhan sakit Salman,"........ mizu boshou mitai.." kataku dg nihongo sebisanya.
Perawat tanya" pernah cacar air belum?".. ku jawab " belum"......langsung dua perawat bilang " abunai..abunai..."( bahaya...bahaya..) sambil menyuruh kami berjalan menuju ruang terpisah dari yang lain dengan kawalan perawat, berjalan sambil membentangkan tangan " menggiring" kami ke ruang "isolasi" yg sebenarnya jalan keluar" genkan" darurat.
Di ruang ini kami diminta menunggu,dokter memeriksa salman, sambil ditimbang badan. Perawat kelihatan begitu teliti memeriksa Salman, tanpa kuatir bersinggungan . Mungkin sudah pernah kena penyakit ini ,batinku. Akhirnya dokter datang dan menyuruh ku membuka baju salman dengan sedikit ambil jarak, sambil bertanya kepadaku " ada air di tengah bintil nya?"...duh.. pak dokter ini ... sama sekali gak mau nyentuh putraku ...tak apalah mungkin beliau khawatir tertular.
Ya mizu boshou sedang diderita Salman, dokter memberikan obat untuk sepekan, dan larangan buat Salman untuk berkumpul dg teman-teman atau keluar di tempat umum. Selepas dokter memeriksa ,datang kembali perawat bertanya dimana apotik biasa aku beli obat." Di samping lampu merah" jawabku " ok, tunggu disini, kami akan memfax resep dan tetap tunggu disini,nanti setelah obat selesai diramu,apotik akan memberi tahu, dan ibu bisa ambil obat di apotik itu". Selembar kertas bertuliskan keterangan seputar penyakit cacar pun diserahkan padaku untuk dibaca, kulipat kusimpan di tas, biar mas Edy yang baca nanti dirumah..(dari dulu gak hapal huruf kanji krn malas ngapal )
Diruang sempit itu Salman sudah mulai bosan, Sumayya yg pulas digendongan pun terbagun. Hampir setengah jam kami menunggu, perawat kembali memberitahu obat sudah bisa diambil. Kamipun boleh meninggalkan klinik lewat pintu yang tidak biasa dilalui pasien lain.
Sampai diapotik,kami langsung dipanggil,dan apoteker bertanya" adiknya belum pernah kena cacar air?" " belum " jawabku " Berikutnya mungkin adiknya kena pula"ujarnya.....hmmm ..begitu ya teori penyebaran virusnya ( masa inkubasi 2 s/d3 pekan baru kelihatan )... .Setelah apotekernya menerangkan cara makan obat dan salep obat, kami buru buru meninggalkan apotik, tanpa mampir ke tempat belanja.( biasanya kalo keluar, sekalian belanja....maklum danchi /apartemen kami agak jauh dari tempat belanja )
===================================================================
Alhamdulillah setelah ini insyaAllah Salman punya kekebalan alami ya sayang.... dan ummi siap siap siaga Sumayya bisa tertular, karena memang Sumayya sulit diprotek dari sentuhan dan berinteraksi dengan mas Salman...hehehe kemana-mana kita bertiga..(mas Said dan Abi ke sekolah
dan sudah pernah kena cacar air dulu) Salman sabar dulu gak main di koen dan belanja bersama ummi dan ummi sabar juga gak keluar rumah nemani Salman istirahat hingga sembuh benar.
Kamis, 21 Desember 2006
obrolan santai hari ibu
ummi: eh.. bi ..ni hari ibu ya..kok banyak yg nulis selamat hari ibu di milis?
abi: tgl 22 desember ya hari ibu di indonesia..
ummi: oke deh.. abi coba ngasuh anak2 sehari ini, biar ummi kerjakan yang lain....pasti gak mau deh :D( biasa kangmas bantu2 yg lain selain pegang anak2).
abi:( senyam senyum... tanda gak mau pegang anak2 seharian) ya sudah nanti pas hari bapak ,ummi seharian jikken(eksperimen) di kampus ya...?
ummi: hmm... emang ummi pernah diajak hidup bareng di kampus? lah... dicarikan tempat tinggal deket kampus aja belom pernah, kok disuruh seharian di kampus...... lihat laboratorium abi aja blm pernah....
abi: ( cengar cengir senyum dikulum...)
ummi: (nyengir juga...)( mimpi yg blm jadi kenyataan tinggal dekat kampus suami selama tinggal di jepang hingga tahun ini)
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
ibu i miss you