Kamis, 01 Februari 2007

Birul Walidain

Beberapa hari yg lalu aku baca jurnal seorang ibu yang dikirim di milis,dengan judul " berbagi malam". Ia menceritakan bagaimana sang suami dan saudara lakinya semua sepakat menjaga ibu kandung mereka yang sudah  "sepuh" dan sakit, secara bergilir.. sebagai bentuk baktinya pada orang tua. Hmmm bagus sekali, bentuk penghormatan kepada orang tua yang mereka lakukan. Disaat sekarang banyak yg menitipkan orang tua ke panti jompo.( kalo di jepang sih begitu )


Merawat orang tua yg lanjut usia memang perlu kesabaran. Karena kadang lansia "berubah" jadi kanak-kanak lagi.


Pikiran dan ingatanku kembali ke tanah air, disana tinggal kedua orang tua dan kedua mertuaku (para eyangnya trio S ). Dua bulan lagi kami pulang ke tanah air, pasti mereka sudah bertambah usianya dan tak sekuat dulu fisik nya. Sulungku dulu sempat digendong kemana mana, mungkin adik adiknya hanya digandeng dan dipangku saja,(tentu saja eyang tak semuda  dan sekuat dulu  ya..) kalaupun gendong ,gak lama lama mungkin ya.


10 tahun pernikahanku dan mas Edy, baru sekitar 3 tahun berinteraksi dengan ibu bapak mertua. Akhir Maret nanti  kami akan kembali, suka cita ibu mas Edy mendengar pemberitahuan dari kami. Kami pun bahagia sebentar lagi InsyaAllah berkumpul kembali dengan keluarga di Indonesia.


Setelah bertahun-tahun hidup dengan keluarga inti di jepang ini.Kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar.Dulu  bersapa dan bertukar kabar hanya dengan telepon atau internet, insyaAllah nanti bertatap muka dan saling berkunjung.


Tuntutan untuk lebih luwes bergaul dan bermasyarakat pun sepertinya dituntut lebih ( dari pada tinggal di Jepang ini). Yang jelas kami pulang nanti  sementara kembali ke rumah mertua, orang tua suamiku. Didalamnya ada eyang kakung ,eyang putri, mba yg bantuin eyang tiap hari, tetangga kiri,kanan ,depan, belakang( yang kalau di kampung sudah seperti saudara sendiri).


Semoga kami bisa selalu membahagiakan orang tua di hari tuanya, bukan hanya dengan materi tetapi dengan adab, akhlaq dan tingkah laku kami .Berbuat baik kepada kedua orang tua, baik itu ibu bapak sendiri maupun mertua.


Konflik mertua dan menantu tak jarang terjadi. Tapi itu bisa dihindari dengan rasa kasih sayang kita padanya. Coba tempatkan kasih sayang kita pada mertua seperti orang tua kandung sendiri.Kalaupun ada sedikit sedikit konflik , kita bicarakan dengan baik dengan suami tersayang.InsyaAllah suami bisa jadi perantara dalam mengatasi konflik yang ada


Alhamdulillah masih bisa berbakti dan berbuat baik  pada ibu bapak dan mertua,bukankah itu ladang amal yg berbuah pahala.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


mo soro soro...eyang dikerubutin cucu cucu nya...


 


 

Sabtu, 20 Januari 2007

besar dan ooki

Salman  3th 10 bln suka sekali bila diajak ngobrol asal lawan bicaranya yg ceriwis yg aktif tanya tanya ke salman.


ummi: salman kun, ooki kunattara naniga ninaritai?(salman kalau sudah besar pingin jadi apa?)


salman: besar


ummi: kalau nanti salman besar ingin jadi apa?


salman: Ooki ( besar)


ummi:(gak bisa nahan ketawa.hehehe...) mau jadi apa... supir kereta , pilot, dokter, guru atau apa gitu mas salman


salman: mau besar ( sambil nada tinggi)


ummi: haik..haik.. besar kaya' abi gitu??


salman: uhg..( sambil ngangguk angguk kepala)


salman mau ooki...besar ummi...(sambil nglendot ke ummi cium ummi)

Jumat, 19 Januari 2007

kena mizu boshou/cacar air

Ini salah satu penyakit menular yang disebabkan virus,tapi bila sudah pernah menderita sakit ini, insya Allah bisa punya kekebalan alami  tanpa imunisasi dan hanya sekali diderita seumur hidup.(tapi ada kasus yg bisa kena lagi... cuma sedikit penderitanya )


Aku sendiri pernah kena cacar air waktu SD kelas 6, ketika itu  kami 6 bersaudara bergiliran terkena cacar air sampai  "yune"( mba yg mbantuin kerjaan RT ibuku) ikut kena .


Ketika anak sulungku (said) kena mizu boshou  di th 2003 usianya 4,5 th , aku sedang menanti kelahiran anak ke 2. Waktu itu pas hari periksa rutin kehamilan  ternyata sdh ada bukaan dan perut kontraksi, akhirnya akupun nyuin(menginap di RS). dengan sedih Said pulang ke rumah tanpa diriku, tapi ternyata kontraksi menghilang dipagi harinya dan akupun pulang dijeput mas Edy dan Said. Diperjalanan kuperhatikan said yg  mulai ada bintil2 berair terutama dikepalanya.  Kami tidak mengira Said kena cacar air karena dia belum banyak berinteraksi dg teman-teman alias belum sekolah, tapi ketika malam hari dia mulai gelisah dan sedikit demam(37,..c) .Karena pengalaman pernah kena cacar air,aku pun tanpa khawatir tertular dan dengan tenang merawat said . Ketika itu kami sengaja tidak mengantar said ke dokter, karena dilihat keadaan said seperti anak sehat aja gak banyak ngeluh dan demam pun berangsur turun.Walaupun ke dokter gratis. ada satu pertimbangan yg lucu yaitu kalo ke klinik kuatir akan menulari orang lain.


 Aku pernah dapat cerita tentang perlakuan terhadap "pembawa virus" di jepang , kalo ke dokter bawa penyakit menular,spt cacar air, pasti deh orang yg tahu langsung pada nyingkir dan menjauh, juga perawat langsung mengisolasi penderita. kedengarannya sangat memprihatinkan ya ...diskriminasi gitu  tapi ini adalah salah satu tindakan pencegahan cacar air mewabah .Dan enaknya di jepang bila sakit flu/batuk pilek mereka keluar rumah dg kesadaran memakai masker penutup hidung dan mulut.Sangat peduli dengan kesehatan .


Kebetulan  hari Ahad yang lalu anak ke-2 ku Salman terindikasi cacar air, lagi lagi aku lihat dari pengalaman  . Suhu badannya gak tinggi tinggi amat, cuma 36,9, tapi aku mulai curiga adanya bintil berair di bibirnya , segera kulihat lebih teliti lagi seluruh badannya, ternyata menunjukkan mulai ada bakal bintil yang keluar, apalagi kutemukan bintilan pula di kepalanya,  yg dia bilang gatal.....nah gatal-gatal inilah yg bikin salman kurang nyaman dan sedikit rewel...disusul dg bobo yang tidak nyenyak..akhirnya si kecil Sumayya ikutan bangun malam malam dan..nangis bareng huhuhu....kalo sdh gini hehehe stabilitas ....kelancaran kerjaan rumah bisa tertunda.... maklum.


Akhirnya selasa pagi Salman kubawa ke dokter klinik anak, dan  perlakuan seperti cerita cerita yg kudengar memang berlaku juga buat kami(aku salman dan sumayya yg datang ke klinik)


Karena sdh tahu ini penyakit menular, aku tahu dirilah...cari tempat duduk yg menyendiri  jangan sampai Salman bersinggungan dengan orang lain  aku pegangin salman supaya tidak banyak bergerak kesana kemari, duduk manis dekat ummi.


Ketika nama Salman dipanggil, kami pun mendatangi tempat perawat dan menjelaskan keluhan sakit Salman,"........ mizu boshou mitai.." kataku dg nihongo sebisanya.


Perawat tanya" pernah cacar air belum?".. ku jawab " belum"......langsung dua perawat bilang " abunai..abunai..."( bahaya...bahaya..) sambil menyuruh kami berjalan menuju ruang terpisah dari yang lain dengan kawalan perawat, berjalan sambil membentangkan tangan " menggiring" kami ke ruang "isolasi" yg sebenarnya jalan keluar" genkan" darurat.


Di ruang ini kami diminta menunggu,dokter memeriksa salman, sambil ditimbang badan. Perawat kelihatan begitu teliti memeriksa Salman, tanpa kuatir bersinggungan . Mungkin sudah pernah kena penyakit ini ,batinku. Akhirnya dokter datang dan menyuruh ku membuka baju salman dengan sedikit ambil jarak, sambil bertanya kepadaku " ada air di tengah bintil nya?"...duh.. pak dokter ini ... sama sekali gak mau nyentuh putraku ...tak apalah mungkin beliau khawatir tertular.


Ya mizu boshou sedang diderita Salman, dokter memberikan obat untuk sepekan, dan larangan buat Salman untuk berkumpul dg teman-teman atau keluar di tempat umum. Selepas dokter memeriksa ,datang kembali perawat bertanya  dimana apotik biasa aku beli obat." Di samping lampu merah" jawabku " ok, tunggu disini, kami akan memfax resep dan tetap tunggu disini,nanti setelah obat selesai diramu,apotik akan memberi tahu, dan ibu bisa ambil obat di apotik itu". Selembar kertas  bertuliskan keterangan seputar penyakit cacar pun  diserahkan padaku untuk dibaca, kulipat kusimpan di tas, biar mas Edy yang baca nanti dirumah..(dari dulu gak hapal huruf kanji krn malas ngapal )


Diruang sempit itu Salman sudah mulai bosan, Sumayya yg pulas digendongan pun terbagun. Hampir setengah jam kami menunggu, perawat kembali memberitahu obat sudah bisa diambil. Kamipun boleh meninggalkan  klinik lewat pintu yang tidak biasa dilalui pasien lain.


Sampai diapotik,kami langsung dipanggil,dan apoteker bertanya" adiknya belum pernah kena cacar air?" " belum " jawabku " Berikutnya mungkin adiknya kena pula"ujarnya.....hmmm ..begitu ya teori penyebaran virusnya ( masa inkubasi 2 s/d3 pekan baru kelihatan )... .Setelah apotekernya menerangkan cara makan obat dan salep obat, kami buru buru meninggalkan apotik, tanpa mampir ke tempat belanja.( biasanya kalo keluar, sekalian belanja....maklum danchi /apartemen kami agak jauh dari tempat belanja )


===================================================================


Alhamdulillah setelah ini insyaAllah Salman punya kekebalan alami ya sayang.... dan ummi siap siap siaga Sumayya bisa tertular, karena memang Sumayya sulit diprotek dari sentuhan dan berinteraksi dengan mas Salman...hehehe  kemana-mana kita bertiga..(mas Said dan Abi ke sekolah  dan sudah pernah kena cacar air dulu) Salman sabar dulu gak main di koen dan belanja bersama ummi dan ummi sabar juga gak keluar rumah nemani Salman istirahat hingga sembuh benar.


 

Kamis, 21 Desember 2006

obrolan santai hari ibu

 ummi: eh.. bi ..ni hari ibu ya..kok banyak yg nulis selamat hari ibu di milis?


abi: tgl 22 desember ya hari ibu di indonesia..


ummi: oke deh.. abi coba ngasuh anak2 sehari ini, biar ummi kerjakan yang lain....pasti gak mau deh :D( biasa kangmas bantu2 yg lain selain pegang anak2).


abi:( senyam senyum... tanda gak mau pegang anak2 seharian) ya sudah nanti pas hari bapak ,ummi seharian jikken(eksperimen) di kampus ya...?


ummi: hmm... emang ummi pernah diajak hidup bareng di kampus? lah... dicarikan tempat tinggal deket kampus aja belom pernah, kok disuruh seharian di kampus...... lihat laboratorium abi aja blm pernah....


abi: ( cengar cengir senyum dikulum...)


ummi: (nyengir juga...)( mimpi yg blm jadi kenyataan tinggal dekat kampus suami  selama tinggal di jepang hingga tahun ini)


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


ibu i miss you

Minggu, 26 November 2006

salman bobo siang




satu buku cerita dibacakan


doa mau tidur bersama diucapkan


kecupan dan genggaman tangan


menghantar salman bobo siang


tidurlah sayang


bangun nanti beri ummi senyuman


jangan tangisan


yang memnbuat ummi kebingungan


silaturahim muslim indonesia di jepang

Start:     Dec 2, '06 10:30a
End:     Dec 2, '06 4:00p
Location:     SRIT Meguro
yang di kanto,tokyo dan sekitarnya, silahkan daftar di http://fahima.org/silaturahim/
ada pertunjukan anak2peragaan busana.tari saman,hafalan qur'an .
buat yg dewasa talk show merawat cinta tuk cinta yg haqiqi

Kamis, 16 November 2006

Trio S

Said Ahmad Farras , sulung kami, lahir di Sogo Tachikawa Hospital, Tokyo, tanggal  23 september 1998. Kebetulan pas hari libur nasional di Jepang. Kata mas Edy, itu hari dimana matahari tepat diatas katulistiwa. (bahasa jepangnya apa ya..siapa tahu..??? )


Waktu aku hamil anak pertama,mas Edy pingiiin banget anaknya Laki-laki, ketika diperut sudah dipanggil Said,waktu itu mas Edy sedang nge fans dengan orang-orang shalih yang namanya Said, seperti Said Hawwa, Said Ramadhan, Said Ramadhan Al Buthi, Abdullah Said..Alhamdulillah , begitu said lahir, senyum senyum ketika dipanggil namanya Said. Dari ketiga anak kami , hanya said yang ditunggui mas Edy dari awal sampai akhir proses kelahiran.Air mata kebahagiaan mas Edy menetes,menambah rasa sayang dan cintanya mas Edy pada ibu dan istrinya ( katanya looohh )


Said Ahmad Farras, nama lengkapnya  terdiri dari 3 kata yang artinya bahagia,terpuji(nama lain Nabi SAW) dan tajam fikiran. Ternyata sulung kami sifatnya selalu ceria,suka berteman, mudah memaafkan, mudah berinteraksi dengan lingkungan dan lincah.


Salman Ahmad Haqqani, anak kedua kami ,lahir  di fuchu Metropolitan Hospital Tokyo,tanggal 10 Maret 2003. Beda millenium ya.. dengan sulungku ... ceritanya  memang gak mudah hamil yang ke dua, kami berdua sempat konsultasi ke ahli kandungan, tapi ternyata tidak ada masalah apapun dengan reproduksi kami berdua, karena memang Allah belum memberikan rizkiNya saja. Dari peristiwa ini aku bisa merasakan bagaimana rindunya saudara,sahabat teman,dan siapa saja yg merindukan momongan.( semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa-doa yg diucapkan mereka dan memberikan yang terbaik, amin ). Nama Salman diambil dari nama sahabat Nabi dari Persia, arsitek perang khandak(ide menggali parit), yaitu Salman Al Farisi. Ahmad adalah terpuji(karena dulu waktu gadis , aku ingin semua anak lakiku bernama Ahmad :) ) Haqqani  adalah kebenaran .( jadi bukan karena dulu mas Edy sempat jadi mahasiswa ITB dan nginep di masjid Salman sebulan karena gak punya kos-kos an loh ).Salman agak pemalu bila diluar rumah,  kalau di rumah lincah suka menyanyi dan bermain mobil- mobilan, suka bertanya dan merenung ( sedang berpikir kali yah , sangat halus perasaannya,dan sangat sayang  dengan ibunya, nempel kaya perangko. ( trio S semua sayang ummi kok ya )


Sumayya Nur Syahida,putri pertama kami,anak ke-3 . lahir di Tokai Daigaku  Hachioji Hospital (Tokyo) tanggal 9 Oktober 2005, bertepatan dengan bulan Ramadhan 1426 H. Sama dengan Kelahiran 2 anak kami terdahulu, tak ada sanak keluarga yg datang ke Tokyo. Mas Edy menjaga dan merawat Said dan Salman ketika aku dan bayi masih di rumah sakit. Walau pun  lokasi rumah sakit sangat dekat sekali dengan apartemen kami, tapi pasti mas Edy sangat sibuk saat itu, nyiapin said berangkat sekolah, masak sendiri tuk buka puasa dan sahur dini hari.(jazakumullah khairan katsiran ya mas..) Sumayya sekarang setahun usianya. Sedang   lucu-lucunya, sukanya meniru gerakan dan suara/bicara orang. Goyang goyang dan tepuk tangan sumayya bila dengar alunan nada.Salim bila diajak bersalaman  abi dan mas Said pergi sekolah dan ikutan gerakan sholat bila kami sholat.


Nama Sumayyah artinya kebanggaan, tapi sebenarnya dulu aku terharu banget dengan kisah sang syahidah pertama dalam sejarah kenabian yaitu kisah keluarga Yasir.Kisah ini ada dalam buku shiroh nabawi dan ada juga dalam film Ar-Risalah (the massage). Berulang kali nonton kok gak bosan. Seakan merasakan kehidupan generasi pertama Islam, perjuangan yang begitu berat, menegakkan kalimat Allah di muka bumi.


Kalau penasaran dengan kisah Sumayyah sang syahidah, silahkan klik  nasyid di MP ini http://aya0910.multiply.com/music/item/1


Demikian sekelumit kisah trio S kami, teriring doa semoga kami bisa mendidik mereka menjadi insan yang bertaqwa dan berkontribusi. Semoga kami bisa mengarahkan mereka sesuai dengan  sifat, bakat, dan minat mereka masing masing.


*trio S di depan pintu apartemen