Ada sedikit kekhawatiranku ketika hari masuk sekolah taman kanak kanak Salman semakin dekat. Empat tahun usianya, tapi selalu lupa bilang mau pipis. Bukan lupa aku pikir, tapi aku ibunya yang kurang telaten mengajak Salman pergi ke toilet. Setiap aku sedang sibuk merawat sumayya,Salman tak kan mau bilang bila dia ingin ke toilet. Akhirnya akupun tak mau repot, biarlah popok kertas menjadi " pembantu" diriku merawat anak anak balitaku, membantuku meringankan mengurusi ompol ,sementara pekerjaan rumah yang lain menungguku. Ini karena di jepang popok diapers cukup murah dibanding tenaga nyuci popok kain 
Ketika Salman ulang tahun ke-4, aku sudah mulai lebih sering cerita tentang sekolah dan cerita cerita tentang senangnya pergi ke toire, karena tidak ada pipis lagi di popok dan tidak bau, juga tidak ada " beban berat " lagi di celana,pastilah nyaman.
Ketika pergi ke "Tsubasa Youchien" untuk ngukur seragam, Salman menolak untuk mencoba ukuran celana, akhirnya aku bisik-bisik ke bu Guru, kalo Salman masih berpopok :D,ibu guru pun memberikan komentar yang menyenangkan sehingga kekhawatiranku hilang." tidak mengapa,nanti di sekolah dilatih pergi ke toilet"
suatu ketika percakapan dengan Salman yg bikin aku geli:
ummi: " mas Salman, sudah mau sekolah masih pake popok ya? nggak malu?
Salman: " dede nggak pakai popok kok ummi... dede pake pantsu.(celdam)"
ummi: " he..ini kan popok ...??"
Salman: " bukan..ini supaa pantsu..." ( celdam super )
ummi: "oh.. bukan popok ya??? :D :D(dapat istilah dari mana ini Salman* dlm hati penuh tanda "??" n senyam senyum sendiri aku )
Sebelum masuk sekolah " sungguhan".."pura-pura" Salman sekolah di "Pierrot house" ruang bermain untuk anak-anak yang disediakan cuma-cuma bagi yang ingin bermain bersama balita dan para ibu, setiap hari Selasa dan kamis,dari jam 10 s/d 12 siang. Kesempatan untuk" toilet training " pikirku. Salman selalu ku ajak pipis di toilet yang" imut " dan lucu khusus didesain untuk para bocah.
Hari pertama masuk sekolah,Salman menolak memakai popok. tanpa paksaan Salman lepas "kami omutsu". Aku pun percaya insyaAllah Salman berani dan bisa pergi ke Toilet sendiri seperti yang kuajarkan ketika bermain di "Pierrot House" . Tiba di" genkan"(pintu masuk sekolah) sekali lagi kuingatkan " kalau ingin pipis ke toire ya mas.." " toire yang lucu itu..." kalo tidak berani minta tolong antar ibu guru..." Kepada ibu Guru wali kelas aku titipkan pesan, ini pertama kali Salman lepas popok. Dan akhirnya...kulepas Salman pertama kali disekolah bersamaan dengan pertama kali lepasnya "kami omutsu".
Alhamdulillah.... legaaaaa sekali ketika kujemput Salman pulang Sekolah di hari pertama itu. Ibu Guru mengatakan Salman bisa pergi sendiri ke toilet. Diperjalanan pulang Salman mulai bercerita tentang "senangnya" toire sendiri. 
Dan mulai saat itu .....bye-bye kami omutsu.......
====================================================================
# pengalaman lepas popok dan toilet training setiap anak berbeda beda,banyak faktor yang mempengaruhinya seperti, sifat bawaan anak,apakah pemalu,periang, ceriwis,faktor psikis. Juga faktor keadaan lingkungan keluarga, ketelatenan sang ibu dan ayah dalam melatih si buah hati#
ini berdasarkan pengalaman toilet training mas Said dan mas Salman yang sangat berbeda
said 2th lepas popok, salman 4 th lepas popok, sumayya berapa th yaaaa nanti ????
#sedikit tips toilet training#
- kenali tanda anak ingin bab atau pipis, misal gelisah,lompat lompat.pergi ketempat tertentu (misalketika tengah bermain tiba tiba ke kamar bobo selimutan) atau waktu2 tertentu bila teratur jam buang nya.
-ajaklah anak ke toilet dengan bertanya "mau pipis?" atau" mau pup?" yuk ke toire yuk "
-Bila anak gelisah berlebihan mau "bab" peluklah atau genggam kedua telapak tangannya ketika di wc , rasa nyaman akan memudahkan buang hajatnya.
-semangati dengan pujian bila selesai toire .
-Biar tidak ngompol waktu tidur , bila anak mulai kurang nyenyak tidur, bergerak gerak, atau kadang pegang kemaluannya , mungkin tanda mau pipis, segera angkat(bila masih ringan digendong
, atau ajak ke kamar kecil untuk pipis.
-ketelatenan serta perhatian ibu dan ayah sangat mendukung berhasilnya training 
-Cari sebab anak takut ke toilet, mungkin gelap, bau, kotor, atau yang lain dan hilangkan penyebab anak takut ke toilet.( harus sering cek kebersihan dan kenyamanan kamar kecil 
- banyak alat peraga/ alat bantu yang menarik untuk mengajak anak pergi ke toilet.( bila diperlukan )
semoga bermanfaat