Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Januari 2009

pingin kue pastel

abi: "mi...pingin makan kue yang pinggirnya di "untir-untir"/ dipilin (pulang dr kampus malem-malem sambil ngeluarin daging cincang dari kulkas)

ummi: untir-untir yang mana? ah kue pastel toh...

abi: "iya lama gak makan kue itu.."

ummi* yg lagi sering eneg akhir2 ini...." ini yang ngidam siapa???iya insyaallah besuk bikin...

abi : ke dapur lihat bak cuci piring yang masih penuh

akhirnya...abi nyupir deh.. dengan khusyuknya

abi: "wah besuk masuk, sabtu ada zemi( seminar) 8.30 sampe jam 3 sore"

ummi: "kirain libur kok ngidam pastel gitu"

================================================================

Alhamdulillah bisa juga masak kue pastel di dapur....buat kangmas tercintah....yg lagi "ngidam"

Kamis, 08 Januari 2009

dapur saudariku di Palestina




saudariku melawannya dengan doa...
medan pertempuran bukan di dapur....dan lawan bertempur bukan wanita dan balita...

Senin, 24 November 2008

bosan, jenuh... mari kita atasi ^_^

 

Kebetulan Niigata sepekan ini mendung hujan badai dan dingin, yang menjadikan ummi  hanya di dalam rumah saja..  bosan ya..  Jadi ingat beberapa tahun lalu, ketika ummi diwawancarai untuk sebuah penelitian ttg ibu rumah tangga di Jepang, bahwa dulu di Tokyo betah sampai 3 hari didalam rumah, gak belanja, gak bersepeda atau kemana bertemu dengan manusia lain selain keluarga ..ternyata.. di Niigata bisa memecahkan recor sepekan tidak belanja/ keluar rumah ^_^

alhamdulillah baca nasihat ini....dari sini http://keadilan-jepang.org/articles.php?id=1045

=====================================================================

Tausyiah
Membunuh Rasa Jenuh menjadi Ibu Rumah Tangga

Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sungguh mulia. Namun ada kalanya dalam menjalankan tugas yang mulia ini seorang ibu rumah tangga merasakan adanya satu kejenuhan. Apakah kiranya penyebab kejenuhan itu dan bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

Seringkali sebagai seorang ibu rumah tangga kita merasa jenuh terhadap tugas sehari-hari. Tugas yang harus diselesaikan rasanya banyak sekali : mengurus anaklah, suami, rumah, dan lain-lain. Sementara sebagai anggota masyarakat pun kita dituntut untuk memberikan peran positif yang tak kurang menyibukkan Apalagi jika ada kegiatan di luar rumah yang cukup melelahkan, seperti bekerja, studi, kursus bahasa, dan kegiatan lain. Sampai di rumah badan terasa penat, inginnya istirahat, sementara sejumlah pekerjaan yang tertunda telah menunggu. Semua sama-sama menuntut uluran tangan dan perhatian kita. Kita rasanya telah berbuat banyak, mengurus anak, suami, rumah tangga, dan lain-lain, tetapi yang didapat seolah-olah hanya letih. Seolah-olah tak seorangpun yang tahu kelelahan kita. Pekerjaan masih menumpuk, ada lagi dan ada lagi. Seolah-olah tak kunjung selesai, dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi. Karenanya kondisi ini sering membuat seorang wanita gampang tersinggung, suka cemberut, atau bahkan mudah marah.

Sebab-sebab kejenuhan

Bekerja dengan perasaan lelah dan jenuh sudah tentu mengakibatkan tak ada satupun pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Semuanya serba tanggung, capek, sudah pasti rapih pun tidak. Tak jarang hal ini membuat seorang ibu rumah tangga terperosok mengumpat pekerjaan yang dianggapnya terlalu banyak.
? Benarkah pekerjaan tersebut menjemukan?
? Benarkah upaya selama ini sudah maksimal dan mendapatkan hasil yang tak sesuai ?
? Benarkan anak dan suami banyak menuntut?

Hal ini tidak ada salahnya bila kita tela'ah dan kita koreksi kembali. Ibu rumah tangga tentu saja bukanlah malaikat. Banyak tugas dalam rumah yang dapat menjadikannya merasa jemu. Hanya malaikat yang tidak pernah mengalami degradasi semangat (dalam istilah bahasa arab: futur) dalam beribadah kepada Allah. Karena itu , jenuh merupakan hal yang wajar, hanya saja perlu diatasi dengan jalan yang sebaik-baiknya. Artinya, kejenuhan tidak mesti melahirkan sikap yang bertentangan dengan akhlak Islam.

Rasulullah saw. Bersabda : `"Bagi tiap-tiap amal itu ada masa-masa jemunya, dan pada tiap-tiap masa jemu itu ada peralihannya. Barang siapa yang peralihannya itu kepada sunahku, maka sesungguhnya ia telah memperoleh petunjuk, dan barang siapa yang peralihannya kepada selain sunnahku, maka sesungguhnya ia telah tersesat. (HR. Al Bazaar)

Beberapa unsur penyebab utama timbulnya kejenuhan dan kemalasan bagi seorang ibu rumah tangga antara lain :

1. Kurangnya motivasi bekerja karena Allah dan lemahnya pemahaman bahwa bekerja dalam rumah tangga merupakan ibadah kepada Allah yang bernilai tinggi.
Ketika motivasi kerja dalam rumah tangga bukan lagi mencari pahala disisi Allah, ketika itulah kemungkinan timbulnya kejenuhan menjadi besar. Motivasi lain yang mungkin timbul adalah, semata-mata mencari penghargaan dari suami, atau ingin mendapat pujian dari orang lain. Ketika tujuan-tujuan tersebut tidak didapat, maka kekecewaan yang timbul dapat mengakibatkan kejenuhan. Tetapi ketika Allah yang menjadi tujuan maka Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya. Kehidupan rumah tangga bagi seorang muslimah adalah bagian pengabdian tertingginya. Menyediakan keperluan suami, mengurus rumah tangga, melahirkan dan mendidik anak-anak, kesemuanya merupakan pekerjaan yang mulia yang berpahala. Manakala semua ini kurang dipahami, timbullah kejemuan dan kemalasan.

2. Bersarangnya penyakit hati Jenuh sering disebabkan adanya penyakit hati pada seseorang.
Sering atau cepat merasa kesal kepada anak, teman, tetangga dan orang-orang di sekitar merupakan fenomena penyakit hati yang wajib segera diobati. Penyakit hati yang menonjol misalnya iri atau dengki serta cinta dunia seperti ingin hidup enak, mudah mendapatkan fasilitas dan merasa tidak senang melihat kemudahan yang dimiliki oleh orang lain.

3. Komunikasi antara suami dan istri yang kurang lancar Salah satu faktor penunjang terjalinnya hubungan antara suami dan istri yang harmonis adalah komunikasi yang lancar.
Hal ini dapat terwujud ketika keterbukaan dan kelapangan dada dimiliki oleh masing-masing pribadi. Ganjalan-ganjalan dihati, ketidakpuasan atas sikap suami yang tidak tersampaikan akan menumpuk menjadi kekesalan dan perseteruan yang tidak berkesudahan. Karena itu pekerjaan rumah tangga akan dirasakan berat.
4. Keletihan setelah melakukan kegiatan di luar rumah
Para ibu rumah tangga yang mempunyai kegiatan lain di luar rumah, kegiatannya diluar tentunya sangat berpengaruh bagi rumahtangganya. Bertambahnya pekerjaan ekstra diluar, bukan berarti berkurangnya pekerjaan di dalam rumah. Tidak dapat dipungkiri kodrat wanita kurang dapat menerima kondisi ini, sehingga mudah ia merasa kesal dan jenuh dengan semakin banyaknya pekerjaan.

Mengatasi kejenuhan
Memahami sebab-sebab kejenuhan sudah merupakan setengah upaya mengatasinya. Dari sebab-sebab yangdiuraikan diatas tampaklah bahwa seorang muslimah insya Allah dapat mengatasi kejenuhan dalam rumahtangga dengan kiat-kiat berikut :

1. Niatkan pekerjaan rumahtangga karena Allah semata
Pekerjaan yang dilakukan karena Allah tidak akan pernah menjemukan. Kita meyakini bahwa Allah-lah yang akan membalas perbuatan kita, bukan suami, anak-anak atau anggota keluarga yang lain. Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya amal itu sesuai dengan niat dan sesungguhnya setiap orang akan dibalas sesuai dengan niatnya" (HR. Muslim)

2. Buanglah penyakit hati
Penyakit hati dapat ditangkal dengan memperkuat benteng keimanan dan ketaqwaan dengan meningkatkan ibadah kepada Allah dengan memperbanyak sholat sunah, memperbanyak membaca Al Quran, dan mengingat kehidupan di dalam kubur dan di akhirat nanti. Sadarilah bahwa semua yang dimiliki ada batas dan pertanggungjawabannya, dan kekayaan jiwa adalah lebih utama. Rasulullah saw. sendiri mengatakan,"Yang dinamakan kekayaan bukanlah banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (hati)."(HR. Abu Ya'la)

3. Rajinlah bekerja, tetapi berhematlah dalam mengeluarkan tenaga
Pekerjaan rumahtanga, kendati merupakan kewajiban, haruslah dilakukan sesuai dengan kemampuan. Rasulullah saw. bersabda,"Bekerjalah kamu sesuai dengan kemampuanmu, karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sehingga kamu sendiri yang merasa jenuh. Dan sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah ialah yang rutin meskipun hanya sedikit."(HR. Bukhari Muslim) Setiap pekerjaan hendaknya dilakukan sesuai dengan kodrat manusia (yang butuh istirahat). Jangan memforsir diri, melainkan sempatkanlah beristirahat sesuai dengan kebutuhan. Istirahat hendaknya dilakukan sesuai dengan sunah Rasulullah, seperti dengan membaca Al Qur'an, menghadiri pengajian, silaturahim kepada keluarga dan teman, membaca buku yang bermanfaat, tafakur alam dll.

4. Tumbuhkan dan tingkatkan kesadaran pada seluruh keluarga bahwa pekerjaan rumahtangga merupakan ibadah
Rumahtangga muslim merupakan miniatur masyarakat Islam yang didalamnya terdapat koordinasi kerja yang baik. Pekerjaan rumah tangga yang cukup banyak dapat dikerjakan bersama oleh seluruh anggota keluarga. Cara yang terbaik untuk melibatkan mereka adalah dengan memberi pengertian dengan hikmah. Dengan dukungan anggota keluarga yang lain kita akan bekerja dengan penuh kegembiraan.

5. Belajar dari pengalaman ibu-ibu yang lain
Berteori saja tentu belum cukup. Seorang muslimah tentu tidak sama dengan seorang ibu muda yang tidak sama pula dengan seorang ibu yang telah mempunyai sejumlah putra dan putri. Menimba pelajaran dan pengalaman dari ibu-ibu yang sudah lebih berpengalaman merupakan satu tuntutan yang tidak dapat dihindarkan. Dengan mengefektifkan waktu silaturahmi, kita akan dapat belajar.

Misalnya kita melihat seorang ibu dengan beberapa anak mampu membereskan rumah, anak-anaknya dan keperluan suaminya tidak lebih dari jam 10 pagi. (Sarapan, membereskan rumah, memandikan anak, masak...). Sehingga kita patut bertanya pada diri sendiri, "Masya Allah, dia saja bisa, kenapa saya tidak ?". Apabila kita bertemu dengan keluarga yang belum dapat mengatasi problem rumahtangganya, maka ambillah yang positifnya saja. Lupakan yang negatif.

Demikianlah, biasanya banyak perubahan besar yang terjadi setelah melihat bagaimana orang lain berbuat. Kita ingat akan tuntunan ilmu yang selama ini didapat, baik dari buku maupun ceramah-ceramah. Dan yang tak kalah pentingnya, lahirnya semangat baru untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik.

Jenuh?
Insyaallah tidak lagi berbekas....

disadur dari : Majalah Ummi No.8/VI tahun 1994/1415 H

Sabtu, 01 November 2008

cinta karena apa??

Pagi-pagi hari ahad, selesai trio S sarapan, ummi masih ingin bikin cemilan hot cake. Karena kebiasaan hari mendung dan dingin kadang-kadang hujan, sangat  membosankan buat anak-anak,dan perut mereka cepat lapar.

( said lanjut ngerjakan PR, salman, main diluar, sumayya main sendiri sambil ikut ngeliat ummi masak cake )

ditemeni abi yang sedang membaca laptopnya, ummi buka pembicaraan tentang berita di tanah air...

ummi: "bi...pangeran charles  berkunjung ke indonesia, tuh..tanpa istrinya..eh..jadi yah menikah dengan camilla??"( tanya ummi meyakinkan)

abi: "iya  jadi,,padahal cantik istri yang dulu ya diana...kok masih aja cinta terus..."( datar aja si abi ngomentari )

ummi: "ah ..kan cinta itu  bukan hanya karena cantiknya kan bi...." "kalo abi cinta ke ummi karena apanya yaaaaaa?? hayo katakan sejujurnyaaaa....."????"( hihihi..isengnya ummi kumat )( tahu ummi gak punya apa apa)

ummi: nungguin komentar jawaban abi, sambil masih nuang adonan hot cake di hot plate....

abi: sambil masih membaca laptopnya..

ummi "ayo doong ..karena apaaaa????"

abi:"karena Allah " (jawab abi santai.....)

ummi:

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

niigata, 2 oktober 2008, awal musim gugur mulai dingin hujan dan mendung.

Sabtu, 26 Juli 2008

Yoyoh Yusroh' Site

http://yoyohyusroh.multiply.com/
perlu di link......biar sering2 berkunjung silaturahim ,belajar seputar wanita dan perempuan juga sebagai ibu.

Senin, 07 Juli 2008

muslimah luruskan niat dalam mencari ilmu

Rating:★★★
Category:Other
dari era muslim:http://eramuslim.com/atk/btm/8706202734-muslimah-luruskan-niat-dalam-mencari-ilmu-bgn-2.htm

Oleh Siti Aisyah Nurmi

Apakah anak perempuan perlu diberi pendidikan terbaik?
Adakah yang meragukan pentingnya?

Perempuan akan menjadi pendidik pertama generasi yang akan datang. Mendidik dengan baik seorang perempuan calon ibu, berarti kita menyiapkan “sekolah terbaik” yang pertama bagi calon pemimpin masa datang.
Tetapi mengapa masih saja ada yang kurang setuju dengan pendidikan bagi perempuan? Kuno memang, tapi masih ada. Apakah karena ada alasan kekhawatiran-kekhawatiran tertentu?

Mungkin memang perlu diuraikan lebih banyak, pendidikan seperti apa yang benar-benar mutlak dibutuhkan seorang Muslimah, dan bagaimana cara-cara terbaik bagi anak perempuan dalam menempuh ilmu dan mengamalkannya kelak.

Hal pertama yang perlu dibahas adalah MELURUSKAN NIAT. “Innamal a’maalu bin niyat”. Sesungguhnya semua amal tergantung pada niatnya. Artinya, niat baik akan mengantarkan amal mendapat penilaian baik dari Allah SWT.
Niat apa yang benar yang harus dipancangkan seorang Muslimah ketika ia ingin mencari ilmu?

1. Niat mencari Ridho Allah (umum). Niat ini akan memastikan keselamatan nilai amalnya. Jika niatnya karena sekedar mencari gengsi, mendapatkan gelar sarjana, atau pujian dan kemuliaan duniawi, maka amalnya bukan amal yang selamat dari kemarahan Allah SWT. Muslimah, sebagaimana semua yang mengaku Muslim, haruslah memastikan kelurusan niat ini agar selamat dari kemarahan Allah SWT, baik di dunia maupun di Akhirat.

2. Niat mencari ilmu agar menjadi manusia yang bermanfaat. Ini merupakan niat/motivasi yang penting dalam kehidupan kita sebagai makhluk sosial. “Khairukum anfa’ul lin naas” yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bermanfaat/berguna bagi sesama. Siapa yang tidak ingin menjadi yang terbaik? Jika Muslimah memancangkan niat ini, maka berarti ia telah memastikan dirinya sebagai kontributor sosial yang dibutuhkan masyarakat, apapun jenis pekerjaan yang dipilihnya.

Di antara pekerjaan-pekerjaan terbaik adalah menjadi pendidik. Sejak dari mendidik anak sendiri, anggota keluarga yang lain, atau pendidik di masyarakat luas, misal dosen, guru, trainer dan lain sebagainya. Wanita adalah makhluk lemah lembut yang dengan karakter ini akan memberi sentuhan tersendiri dalam dunia pendidikan. Pekerjaan lain yang sangat cocok bagi muslimah dan oleh karena itu perlu diutamakan oleh putri-putri kita adalah menjadi orang yang merawat. Baik sebagai dokter, perawat maupun pekerja sosial yang menemani orang sakit, orang cacat, orang jompo atau mengasuh anak-anak dan bayi. Bahkan para isteri-isteri Nabi SAW selalu ada yang ikut ke medan perang khusus untuk menjadi perawat. Masih banyak bidang pekerjaan di dunia modern ini yang cocok dengan karakter Muslimah. Sebaiknya setiap Muslimah memilih yang paling bermanfaat di antara yang sesuai dengan dirinya.

3. Niat mencari ilmu untuk dapat menjalankan kodratnya sebagai ibu/ isteri dengan sebaik-baiknya. Jangan tertawa dulu, jika anda yang membacanya menganggap niat ini terdengar “kuno”. Justru ibu dan isteri zaman ini mempunyai tantangan yang sangat besar yang tidak pernah dialami rekan-rekannya di masa lalu. Di masa kini, seorang ibu harus faham bagaimana mengoperasikan berbagai alat rumahtangga yang modern. Pramuwisma yang akan bekerja ke luar negeri harus di latih khusus dalam asrama pelatihan mereka sebelum layak dikirim ke negara yang menampung mereka.

Skill dalam rumahtangga di zaman ini sudah sangat berubah. Sedikit hari lagi akan dipromosikan rumah super modern yang bahkan kulkasnya-pun dapat memesan belanjaan ke supermaket langganan. Oleh karena itu berbagai bidang ilmu yang terkait dengan pengoperasian alat-alat rumahtangga modern, juga perlu difahami Muslimah.

Tahukah anda bahwa tidak semua mesin cuci otomatis dapat menghilangkan najis dengan sempurna? Persyaratan bagaimana mensucikan pakaian tidak sama dan sebangun dengan aturan higienis mesin cuci dari budaya Barat. Jika seorang Muslimah kurang memperhatikan hal ini, boleh jadi ia akan dianggap melalaikan tugasnya sebagai penanggung-jawab urusan rumahtangga. Mungkin sudah saatnya kita menggalakkan lagi sekolah khusus calon ibu Muslimah bagi putri-putri kita. Bahkan mungkin di antara putri-putri kita yang kelak akan menjadi inventor berbagai peralatan rumahtangga Muslim.

Di samping meluruskan niat, Muslimah juga perlu memperhatikan rambu-rambu keamanan dan kenyamanannya dalam menempuh jalan mencari ilmu.Tidaklah baik jika Muslimah terpaksa harus membuka hijabnya (jilbab) hanya karena peraturan kaku yang tidak ada dasarnya. Misal, seorang mahasiswi kedokteran yang akan menempuh pelajaran praktek bedah tidak perlu menanggalkan jilbabnya dan mengganti dengan baju khusus ruang bedah yang masih memperlihatkan sebagian auratnya. Baju khusus ruang bedah dapat dimodifikasi dan mahasiswi muslimah dapat meminta petugas sterilisasi alat untuk mensterilkan jilbabnya sebelum digunakan. Yang termasuk sering menyulitkan Muslimah adalah jika ia harus praktek kerja lapangan ke daerah terpencil, misalnya masuk hutan. Untuk ini, dosen hendaknya tidak menugaskan mahasiswinya masuk hutan sendirian atau hanya berdua dengan seorang rekan pria.

Kata Nabi SAW: “Jika seorang pria hanya berdua dengan wanita yang bukan mahramnya, maka orang ketiga yang hadir adalah setan”. Minimal bertiga, meskipun si Muslimah adalah satu-satunya wanita. Oleh karena itu, Muslimah sebaiknya memilih bidang studi yang tidak melanggar kodratnya sebagai wanita.

Bahkan pilihan sebagai calon prajurit angkatan bersenjata-pun telah ada kurikulum khususnya. Soal boleh atau tidaknya Muslimah belajar ilmu-ilmu beladiri, terjawab dengan sepenggal kisah Bibi Nabi yaitu Shafiyah binti Abdul Muthalib di masa perang Khandak. Pada saat benteng bagian belakang kaum Muslimin hanya berisi orangtua, wanita dan anak-anak, beliau dengan gagah perkasa berhasil mengusir penyusup Yahudi dengan cara memenggal kepala salah satunya dan kemudian melemparkan kepalanya ke hadapan 2 orang teman Yahudi tersebut. Dengan kejadian tersebut, kelompok Yahudi dan musyrikin mengira bahwa pasukan Nabi Saw masih lebih dari cukup sehingga benteng pengungsian kaum wanita dijaga oleh seorang perajurit yang handal dan gagah. Shafiyah dikenal ahli memainkan pedang dan menunggang kuda perang. Kisah ini mengukir batasan “feminin” dalam Islam yang ternyata tidak sempit.

Masih banyak kisah contoh dalam khazanah Islam yang terkadang kurang terolah dengan baik oleh para “srikandi kertas”. Kisah-kisah kepahlawanan para Sahabiyat dan kelincahan serta keberanian mereka di medan perang yang sulit, telah mengukir sejarah kaum Muslimin. Jika semua kisah tersebut dikumpulkan dan di analisa hikmahnya bagi kehidupan kita sekarang, niscaya Muslimah sama sekali tidak kekurangan motivasi untuk menuntut ilmu dan mengasah ketrampilan. Persoalannya, pertama-tama adalah meluruskan niat. Wallahu a’lam. (SAN)

Apabila anda mempunyai saran atau kritik untuk rubrik atau artikel ini, silahkan kirimkan melalui email kepada penulis di ican_ipin@eramuslim.com


muslimah! berdayakan dirimu

Rating:★★★
Category:Other
dari era muslim:http://eramuslim.com/atk/btm/8629030758-muslimah-berdayakanlah-dirimu-bgn-1.htm?other

Oleh Siti Aisyah Nurmi


“Aduh Jeng, aku pusing deh sama anak-anakku. Masa’ tagihan HP (telpon genggam) mereka gede banget!”
“Iya, betul Bu, anakku juga. Kalo udah gitu, bapaknya marah-marah deh.”
“Tapi itu masih lebih beruntung, aku lebih repot lagi, soalnya tagihan telpon rumah yang tinggi betul. Mulanya aku enggak ngerti kenapa, sampe bapaknya marah betul sama saya, dikira saya yang terus terusan ngerumpi. Belakangan ketahuan gara-gara internet. Rupanya tanpa sepengetahuan kita, salah seorang anak memasang langganan internet atas namaku lewat telpon rumah! Aku enggak ngerti bagaimana bisa begitu.”

Begitulah percakapan para ibu di arisan RT. Ibu-ibu dari anak zaman sekarang ini. Anak-anaknya mengikuti zaman, namun ibu-ibunya masih berada di zaman mereka sendiri. Ada lagi yang mengeluhkan anaknya yang enggan keluar kamar sambil terus menerus asyik di depan komputer. Konon anaknya sering kontak dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia, tetapi sama sekali tidak tertarik untuk bergaul dengan sanak saudara di sekelilingnya.
Cukup menarik juga bahwa kebanyakan ibu-ibu tersebut justru tidak mengerti bagaimana mengoperasikan komputer apalagi lebih tak tahu lagi bagaimana mengontrol apa yang dilakukan anak-anaknya di dunia maya.

Teknologi. Selalu punya dua sisi, positif dan negatif. Positifnya banyak, antara lain untuk mempermudah hidup kita dan memperluas jangkauan diri. Sisi negatifnya adalah pada masalah apakah kita bijaksana atau tidak dalam menggunakannya.
Apakah digunakan di jalan yang benar atau tidak, dan apakah digunakan dengan cara yang benar atau tidak.

Kalau teknologi komunikasi digunakan dengan berlebihan, maka niscaya manusia semakin kehilangan kontak langsung dengan segala kelengkapan ekspresi komunikasinya. Mana mungkin kita melihat ekspresi teman kita yang kita maki-maki lewat sms misalnya. Dan jika sudah ketagihan bergaul di dunia maya, tidak heran jika seseorang semakin malas menghadapi dunia nyata. Padahal ketrampilan bergaul langsung akan semakin mengasah kepekaan kita terhadap sesama. Mungkin itulah sebabnya mengapa anak zaman sekarang semakin sulit empati.

Sisi positifnya memang ada, yaitu semakin luasnya jangkauan kita untuk mencari teman dan tetap berhubungan dengan teman yang jauh. Silaturahim. Kalau mau diolah dengan baik, teknologi mutakhir amat berguna untuk memperluas silaturahim dan menjaganya. Juga akses ilmu dan informasi yang dengan teknologi dibuat semakin mudah dan luas.

Adapun sisi negatif dari teknologi mutakhir di bidang komunikasi dan informasi adalah soal semakin tidak tersaringnya isi informasi yang beredar. Apa yang berbahaya, yang meresahkan seperti informasi tentang bagaimana membuat bom yang mematikan, tayangan pornografi, sampai kepada saling berkenalan lewat internet dan sms dengan identitas palsu dengan niat menipu, semua ikut masuk dan beredar tanpa tersaring lagi.

Baru-baru ini ada dua orang anak smp yang dikabarkan diculik setelah menerima sms-sms dari orang misterius yang kemudian mengaku ingin berkenalan. Terakhir sebelum ke dua anak tersebut hilang, temannya mengetahui bahwa mereka bermaksud menemui orang misterius tersebut.
Yang benar-benar ingin berkenalan memang ada, dan kemudian berlanjut dengan kebaikan. Tetapi yang lebih banyak terdengar adalah yang sekedar iseng sampai yang memang berniat jahat.

Itulah dunia kita sekarang. Nabi SAW mengatakan: “Didiklah anakmu karena mereka akan hidup di zaman yang bukan zamanmu”. Kurang lebih maksudnya, agar kita mendidik anak kita lebih maju satu zaman dari zaman kita sendiri. Sebab anak-anak kita kelak akan tumbuh dan berkembang di zaman yang akan datang, bukan di zaman yang sudah lewat.

Tentunya jika kita ingin memberikan pendidikan yang lebih maju dari pada yang kita terima dahulu, maka setidaknya: (1) kita harus selalu up to date dengan kemajuan zaman ini. (2) bahkan harus mampu memberikan antisipasi untuk perkembangan zaman di masa yang akan datang, agar anak-anak kita mampu menghadapi tantangan zamannya di masa yang akan datang.
Kita mungkin masih suka dengan arisan temu langsung, tapi bukankah lebih baik kalau di arisan maupun pengajian juga di gelar kursus kilat berselancar di dunia maya atau kursus kilat bagaimana cara menembus proteksi sms di telpon genggam?

Begitulah, sebagai penjaga Benteng Terakhir ummat ini, kita sebagai ibu muslimah amat perlu memperlengkapi diri dengan pengetahun tentang teknologi komunikasi terkini, sebagaimana yang digunakan anak-anak kita sehari-hari. Wallahu a’lam (SAN).


Apabila anda mempunyai saran atau kritik untuk rubrik atau artikel ini, silahkan kirimkan melalui email kepada penulis di ican_ipin@eramuslim.com